Cara Menghilangkan Status Sedang Mengetik di WhatsApp

0
64
views
Status Sedang Mengetik di WhatsApp

Gabut Banget – WhatsApp telah sukses menjadi aplikasi yang sangat menarik dan banyak digunakan, kami memiliki sejumlah Trik dalam menggunakan aplikasi whatsapp tersebut, salah satunya ialah dengan cara menghilangkan status sedang mengetik di whatsapp.

Sebagian dari pengguna whatsapp tidak nyaman dengan adanya status ‘Sedang mengetik’ atau ‘Typing’ di WhatsApp, dan dari pada itu tulisan kami kali ini kami memiliki cara untuk menghilangkan status tersebut di WhatsApp.

Untuk melakukan hal tersebut kita membutuhkan aplikasi pihak ketiga, beberapa aplikasi pihak ketiga yang ada diantaranya ialah GB WhatsApp, WhatsApp Plus dan OG WhatsApp.

Cara Menghilangkan Status Sedang Mengetik di WhatsApp

Berikut ini ialah langkah-langkahnya untuk melakukan hal tersebut:

  1. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengunduh salah satu aplikasi pihak ketiga tadi, dalam hal ini kami merekomendasikan aplikasi WhatsApp Plus
  2. Untuk diketahui, ketika kita hendak memasang aplikasi WhatsApp Plus pastikan untuk mencopot aplikasi WhatsApp yang lama. (Pastikan mem-backup datanyaterlebih dahulu)
  3. Masuk ke aplikasi WhatsApp Plus yang sudah terpasang, lalu masukkan nomor ponsel yang kamu gunakan.
    4. Setelah selesai, masuk ke menu pengaturan (klik tombol ikon titik tiga di pojok kanan atas), lalu pilih pengaturan privacy
    5. Cari pilihan ‘writing status’lalu nonaktifkan pilhan tersebut.

Jalankan aplikasi WhatsApp Plus tersebut dan seharusnya lawan chatting kamu sekarang tidak bisa melihat status kamu saat sedang mengetik pesan.

Privasi Undangan Group

Selain itu, WhatsApp memperkenalkan setelan privasi dan sistem pengundangan baru yang dapat menentukan siapa yang bisa bergabung ke dalam grup percakapan di WhatsApp.

Melanjutkan komitmen WhatsApp dalam memberikan pengalaman pesan pribadi yang terbaik bagi seluruh masyarakat, termasuk menangkal penyebaran misinformasi.

Sebagai aplikasi perpesanan yang paling banyak digunakan di Indonesia, WhatsApp secara konsisten terus menghubungkan keluarga, teman, rekan kerja, banyak lagi kerabat lainnya.

Saat hendak bergabung ke dalam sebuah grup untuk melakukan percakapan yang penting, maka mereka pun berharap untuk mendapatkan kendali yang lebih besar atas percakapan tersebut.

Setelan privasi terbaru untuk Grup dibuat berdasarkan sejumlah langkah yang telah ditempuh, termasuk di pembaruan produk dan kampanye kesadaran publik untuk membantu mengatasi isu misinformasi.

Dengan memanfaatkan teknologi digital yang akan membantu mereka membangun komunitas, menciptakan dampak ekonomi dan memajukan kehidupan masyarakat di Indonesia.

Diperkenalkan setelan privasi dan sistem pengundangan baru yang dapat menentukan siapa yang bisa bergabung ke dalam grup percakapan di WhatsApp.

Untuk mengaktifkannya, Anda dapat membuka Pengaturan atau Setelan dalam aplikasi, kemudian ketuk Akun > Privasi > Grup dan pilih salah satu dari ketiga opsi berikut: “Semua Orang”, “Kontak Saya,” atau “Kontak Saya Kecuali.”

“Kontak Saya” berarti hanya pengguna yang terdaftar dalam daftar kontak Anda yang dapat menambahkan Anda ke dalam grup dan “Kontak Saya Kecuali” menawarkan pengaturan tambahan untuk memilah siapa saja dalam daftar kontak Anda yang dapat menambahkan Anda kedalam group.

Bagi admin yang tidak dapat menambahkan Anda ke dalam grup akan diminta untuk mengirimkan undangan pribadi melalui chat individual, yang memberikan Anda pilihan apakah Anda berminat untuk bergabung ke dalam grup tersebut.

Anda diberikan kesempatan penuh untuk memutuskan untuk menerima undangan tersebut dalam waktu tiga hari sebelum batas waktu berakhir atau usang.

Dengan fitur-fitur terbaru ini, pengguna memiliki kendali lebih besar atas pesan grup yang mereka terima. Setelan privasi terbaru ini telah diluncurkan kepada beberapa pengguna sejak kemarin dan akan tersedia bagi mereka yang menggunakan versi terbaru di seluruh dunia dalam beberapa hari mendatang.

Selain setelan privasi terbaru, WhatsApp akan meluncurkan sebuah ajakan untuk mendorong para pengguna agar tetap aman.

FACEBOOK KOMENTAR